Kopieditor atau Editor?

Bermula dari menjadi penulis yang mendapat tugas penulisan buku dari kantor (penerbit), pada akhirnya saya juga menjadi editor (saat itu berpikir bahwa job desk saya adalah juga job desk editor). Saya masih belum yakin akan perbedaan editor, kopieditor, dan proofreader. Hingga kini, saya belum pede menyebut diri sendiri seorang editor (walaupun salah satu pekerjaan saya sekarang diberi judul “editor” oleh perusahaan). Mengapa? Dalam pemahaman saya, seorang editor harus sepenuhnya menguasai tata bahasa, ejaan, diksi, maupun struktur kalimat. Sedangkan saya belum menguasai semua hal tersebut. Saat ini saya sedang belajar menuju ke sana. Salah satunya adalah dengan membaca Buku Pintar Penyuntingan Naskah oleh Pamusuk Eneste. Buku ini menjawab keraguan saya mengenai perbedaan kopieditor dan editor. Berikut adalah informasi yang saya baca pada buku tersebut.

Penyunting naskah atau kopieditor dan editor adalah dua hal yang berbeda. Biasanya naskah yang sudah disetujui penerbit akan diserahkan pada editor untuk disunting dari segi materi (substantial editing). Selanjutnya, naskah diserahkan kepada penyunting naskah untuk disunting dari segi kebahasaan (mechanical editing). Continue reading

Advertisements