[Resensi] Incarceron: Bintang Hanyalah Legenda

Judul: Incarceron

Penulis: Catherine Fisher

Penerjemah: Mery Riansyah & Febry E.S.

Penyunting: Lulu Fitri Rahman

Proofreader: Nani

Penerbit: Matahati

Cetakan: Agustus 2011

Tebal: 492 Halaman

Bayangkan kamu berada di suatu tempat yang bernyawa. Tembok-tembok yang menjeblak, menutup, bahkan menghilang dengan sendirinya. Di atas sana langit memiliki mata-mata yang mengawasimu. Dia bisa membuat huru-hara dan menciptakan badai atau gempa. Dia bisa menyuruh daun-daun logam untuk melukaimu. Dia berpikir, dia campur tangan, dan dia membunuh.

Penjara Incarceron. Tidak diketahui letaknya. Tersegel dari dunia Luar selama berabad-abad. Penjara itu memiliki kota, hutan logam, lautan, dan dihuni oleh beberapa kaum.  Incarceron hidup dan memiliki pikirannya sendiri. Finn, 17, tahanan dengan nomor dada 0087/2374 merasa bukan berasal dari Incarceron. Sekilas ingatan yang sering muncul tidak cukup untuk membuat Finn mengetahui siapa ia dan masa lalunya. Tahanan lain menganggapnya kelahiran sel—anak Incarceron. Finn hanya mengetahui dirinya diselamatkan oleh Keiro, yang kemudian menjadi saudara angkatnya. Ia bergabung dengan kaum Scum, yaitu golongan pencuri. Mereka menyebut Finn Sang Penglihat Bintang. Rahim Incarceron menciptakan manusia-manusia baru berupa bayi atau orang dewasa yang didaur ulang dari atom-atom tahanan yang telah mati. Warga dunia Luar memercayai Incarceron sebagai surga.

Dunia Luar. Setting abad ke-17. Dunia impian tahanan Incarceron. Adalah seorang calon ratu bernama Claudia. Ayahnya, John Arlex adalah sipir Incarceron. Semasa kecil, Claudia ditunangkan dengan Giles, Earl of Steen. Mereka saling menyukai. Namun pada usia 15 tahun, Giles meninggal karena terjatuh dari kuda. Sebuah kecelakaan yang tidak wajar menurut Claudia. Setelah itu, ia dipaksa oleh ayahnya untuk menikah dengan saudara Giles, yaitu Carpas. Carpas pemuda bodoh yang manja dan nakal. Claudia dididik oleh guru pribadinya yang bernama Jared, seorang kaum Sapient yang terkenal memiliki pengetahuan tinggi dan bijak. Claudia gadis yang cerdas, penuh rasa ingin tahu, dan pemberani. Bersama Jared, Claudia berusaha memecahkan misteri meninggalnya Giles.

Finn berhasil menemukan kunci kristal yang membuatnya dapat berkomunikasi dengan Claudia. Melalui Claudia, Finn mengetahui bahwa dunia Luar yang selama ini diimpikannya memang ada. Finn berjuang untuk keluar dari penjara dengan bantuan Claudia. Namun, ternyata Incarceron terlalu luas dan menyimpan begitu banyak misteri. Menurut legenda, hanya satu orang yang pernah berhasil keluar, yaitu Sapphique. Dalam perjalanan masing-masing, Finn dan Claudia mendapati rahasia dan intrik. Mengapa dunia Luar di-setting pada abad ke-17? Apa arti kilasan ingatan Finn? Di mana sebenarnya Incarceron? Dan apa sebenarnya tujuan ayah Claudia?

Secara garis besar, cerita dituturkan bergantian antara Incarceron dan dunia Luar. Setiap bab dimulai dengan puisi, lagu, surat, atau jurnal yang bisa memberikan petunjuk lebih kepada pembaca. Kekuatan novel ini ada pada ide dan imajinasi. Penulis menciptakan dunia baru dengan detail komplet. Deskripsinya menggambarkan dunia Luar Claudia yang indah lalu beralih ke kemuraman Incarceron. Lebih dari cukup untuk membuat pembaca mampu berimajinasi. Alur di halaman-halaman awal terasa lambat namun selanjutnya ketegangan intens yang dibangun penulis mampu mempertahankan minat baca.

Karakter-karakter pendukungnya membaur luwes. Karakter bernama Keiro tampaknya berpotensi sering membuat pembaca gemas. Karakter paling menarik tentu saja Incarceron itu sendiri. Catherine, penulisnya, pintar “bermain petak umpet” dengan pembaca. Ia menyimpan rahasia, memberi sedikit petunjuk di bagian awal bab atau menyelipkannya di teks lalu mengungkapkannya sedikit-sedikit sehingga membuat saya menebak-nebak hingga ke halaman akhir.

Keunikan lain adalah setting campuran futuristik dan abad ke-17. Terdapat hal-hal canggih seperti visor, kacamata pelindung matahari yang dapat memperbesar objek, stik laser penghilang kerut, hologram, hingga penjara yang memiliki mata pengawas di mana-mana, mampu mengubah bentuk dirinya, bahkan mendaur ulang manusia di dalamnya. Meski canggih, penulis menggambarkan dunia Luar dengan istana kastel, menara, kereta berkuda hingga kostum jadul, misalnya Claudia memakai korset ketat dan rok mengembang yang di bawahnya terpasang kawat.

Incarceron ditulis oleh Catherine Fisher, penulis berkebangsaan Wales. Ia memegang gelar di bidang Bahasa Inggris dan menggemari mitos dan sejarah. Saat ini ia bekerja sebagai dosen creative writing di University of Glamorgan. Novel ini dikategorikan sebagai science fiction untuk young-adult. Incarceron kali pertama terbit pada 2007 di Eropa kemudian 2010 di Amerika yang selanjutnya menjadi The New York Times bestseller. Penghargaan yang diraih yaitu The Times Children’s Book of the Year. Sekuelnya, Sapphique terbit pada 2008. Penerbit Matahati mengalihbahasakan Incarceron dengan mulus dan minim typo. Sampulnya mengadopsi versi asli, yaitu gambar kunci kristal dengan hologram elang bermahkota. Dari sampulnya, novel ini sudah terlihat dark. Adaptasi filmnya akan diproduksi oleh 20th Century Fox yang dijadwalkan rilis pada 2013.

3 thoughts on “[Resensi] Incarceron: Bintang Hanyalah Legenda

  1. Hai, Mbak Lulu. Silakan di-link. Makasih sudah berkunjung dan tentu saja senang berkenalan dengan penyuntingnya🙂

  2. Pingback: INCARCERON | LAMFARO

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s