The Girl with the Dragon Tattoo: Potret Kekerasan Terhadap Perempuan di Swedia

Judul: The Girl with the Dragon Tattoo

Penulis: Stieg Larsson

Penerjemah: Nurul Agustina

Penyunting: Nur Aini

Proofreader: Emi Kusmiati

Penerbit: Qanita

Cetakan: Kedua, Desember 2009

Tebal: 780 Halaman

“Aku hanya berpikir betapa menyedihkan kalau setiap penjahat melemparkan tanggung jawabnya kepada orang lain.” –Lisbeth Salander

Henrik Vanger (82), seorang mantan CEO dari bisnis keluarga Vanger Corporation, selalu menerima kiriman bunga kering setiap ulang tahunnya. Kiriman tersebut dikemas dalam bingkai sederhana, tanpa nama, dan seringkali diposkan dari berbagai belahan dunia. Awalnya, ritual tersebut dilakukan oleh Harriet Vanger, keponakan kesayangannya. Pada usianya yang ke-16, Harriet menghilang tak berbekas. Ritual pengiriman bunga tersebut berlanjut hingga 40 tahun sejak Harriet dinyatakan hilang. Henrik menduga keponakannya itu dibunuh dan pelakunya adalah salah satu anggota keluarga Vanger. Misteri tidak terpecahkan, kasus ditutup, dan Henrik menganggap pembunuh Harriet berniat menyiksanya dengan ritual bunga kiriman tersebut.

Mikael Blomkvist, seorang jurnalis investigatif dan pemilik majalah Millenium yang sedang berada di puncak karir terpaksa menjalani hukuman penjara selama 3 bulan. Ia didakwa menulis artikel dengan informasi palsu yang berujung pada pencemaran nama baik Wennerstrom, seorang tokoh industrialis Swedia. Mikael mengundurkan diri dari majalahnya dan bertekad mencari tahu informasi yang sebenarnya untuk membalas dendam kepada Wennerstrom.

Henrik yang tertarik pada kasus Mikael-Wennerstrom mengutus Dirch Frode, pengacaranya untuk menyelidiki latar belakang Mikael. Dirch kemudian menghubungi Milton Security untuk menyewa detektif. Dragan Armansky, direktur Milton Security menugaskan penyelidikan tersebut kepada Lisbeth Salander yang diklaim sebagai detektif terbaik yang ia miliki.

Henrik memberi penawaran kepada Mikael untuk menuliskan buku tentang sejarah keluarga Vanger. Namun, tujuan utamanya adalah melacak ulang pembunuh Harriet. Sebagai imbalan, Mikael akan mendapatkan bayaran luar biasa tinggi dan semua informasi yang diperlukan untuk dapat menjatuhkan Wennerstrom. Tergiur oleh iming-iming tersebut, Mikael menyetujui kontrak dengan Henrik. Mikael pindah ke Hedeby Island untuk memulai pekerjaannya.

Sambil menunggu hari H masuk penjara, Mikael menghabiskan waktunya meriset sejarah keluarga Vanger. Tidak semua keluarga besar Vanger menerima kehadiran Mikael. Terlebih mereka cukup paham bila Henrik begitu terobsesi dengan kasus Harriet sehingga menjadikannya semacam “hobi”. Tak ada yang menyangka bila pada akhirnya Mikael berhasil menemukan petunjuk-petunjuk baru dalam kasus Harriet yang sudah buntu selama 40 tahun.

Mikael memberi tahu Dirch bahwa ia butuh bantuan. Dirch mempertemukannya dengan Lisbeth yang dahulu pernah bertugas menyelidiki kehidupan Mikael. Mikael segera terpesona dengan kemampuan gadis tersebut. Lisbeth (24) merupakan gadis punk asosial yang jenius, memiliki memori fotografis, dan ahli hacking. Dengan bantuannya, kasus Harriet mengalami kemajuan dan membuka kasus-kasus pembunuhan lain yang tampaknya saling terkait. Sejak saat itu nyawa keduanya mulai terancam. Seseorang menginginkan mereka mati atau setidaknya menghentikan penyelidikan tersebut.

Ada tiga hubungan percintaan yang walaupun hanya sekilas namun cukup membuat novel ini tampil lebih menggelitik. Pertama, hubungan Mikael-Erika. Erika Berger adalah mitra kerja Mikael. Ia merupakan direktur Millenium dan kekasih “kadang-kadang” Mikael. Erika sudah dan masih menikah, sementara Mikael sudah bercerai. Hubungan putus sambung keduanya dimulai sejak mereka sekolah jurnalisme. Kedua, hubungan Mikael-Lisbeth. Lisbeth terkejut ketika mendapati dirinya merasa nyaman dan tertarik dengan Mikael. Seumur hidupnya, ia belum pernah bekerja sama dengan orang lain. Bahkan ia tidak tahan bersama dengan orang lain. Selama ini ia dianggap aneh, punya keterbelakangan mental, dan bermasalah. Sejak kecil ia berurusan dengan polisi, pengadilan, dan kekerasan. Status Lisbeth adalah di bawah perwalian Nils Bjurman, pengacara mesum yang memanfaatkan situasi Lisbeth. Ketiga, hubungan Mikael-Cecilia Vanger. Cecilia adalah salah satu keponakan Henrik. Ia menikah, tidak bahagia, dan tinggal berjauhan dengan suaminya. Belakangan diketahui bahwa ia mengalami tindakan kekerasan dalam rumah tangga. Cecilia merasa jatuh cinta pada Mikael namun berusaha meredam perasaannya karena takut kecewa.

The Girl with the Dragon Tattoo adalah buku pertama dari trilogi Millenium. Sekuelnya adalah The Girl Who Played with Fire dan The Girl Who Kick the Hornet’s Nest. Walau begitu, ketiga buku tersebut dapat dibaca secara terpisah. Penulisnya, Stieg Larsson (15 Agustus 1954 – 9 November 2004) adalah jurnalis berkebangsaan Swedia. Ia meninggal tidak lama setelah menyerahkan ketiga naskah tersebut. Ia menghabiskan sebagian besar hidupnya di Stockholm.

The Girl with the Dragon Tattoo ditulis dengan latar belakang sejarah, kehidupan, budaya, dan masalah sosial di Swedia. Isu yang diangkat merupakan hal yang rupanya sering terjadi di Swedia, yakni kekerasan terhadap perempuan. Terjemahan novel ini terasa mulus dengan kalimat-kalimat logis yang enak dibaca dan minim typo. Adegan seks dan kekerasan yang terlalu vulgar tampaknya telah berhasil “dihaluskan” dengan baik oleh penerjemah dan penyunting.

Novel ini menjadi international bestseller, mendapatkan beberapa penghargaan bergengsi serta dinobatkan sebagai Crime Thriller of the Year 2009. Di Swedia, trilogi Millenium telah diadaptasi menjadi film layar lebar dengan kesuksesan luar biasa sehingga diklaim sebagai The Most Viewed Swedish Film Ever. Versi Hollywood dari The Girl with the Dragon Tattoo dapat disaksikan sekitar akhir 2011 dengan Daniel Craig sebagai Mikael Blomkvist dan Rooney Mara sebagai Lisbeth Salander.

4 thoughts on “The Girl with the Dragon Tattoo: Potret Kekerasan Terhadap Perempuan di Swedia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s