Kopieditor atau Editor?

Bermula dari menjadi penulis yang mendapat tugas penulisan buku dari kantor (penerbit), pada akhirnya saya juga menjadi editor (saat itu berpikir bahwa job desk saya adalah juga job desk editor). Saya masih belum yakin akan perbedaan editor, kopieditor, dan proofreader. Hingga kini, saya belum pede menyebut diri sendiri seorang editor (walaupun salah satu pekerjaan saya sekarang diberi judul “editor” oleh perusahaan). Mengapa? Dalam pemahaman saya, seorang editor harus sepenuhnya menguasai tata bahasa, ejaan, diksi, maupun struktur kalimat. Sedangkan saya belum menguasai semua hal tersebut. Saat ini saya sedang belajar menuju ke sana. Salah satunya adalah dengan membaca Buku Pintar Penyuntingan Naskah oleh Pamusuk Eneste. Buku ini menjawab keraguan saya mengenai perbedaan kopieditor dan editor. Berikut adalah informasi yang saya baca pada buku tersebut.

Penyunting naskah atau kopieditor dan editor adalah dua hal yang berbeda. Biasanya naskah yang sudah disetujui penerbit akan diserahkan pada editor untuk disunting dari segi materi (substantial editing). Selanjutnya, naskah diserahkan kepada penyunting naskah untuk disunting dari segi kebahasaan (mechanical editing).

Editor dapat bertugas ke luar kantor untuk mencari naskah. Sedangkan penyunting naskah biasanya bekerja di dalam ruangan. Tugas penyunting naskah atau kopieditor adalah sebagai berikut:

  • Menyunting naskah dari segi kebahasaan (ejaan, diksi, struktur kalimat)
  • Memperbaiki naskah dengan persetujuan penulis
  • Membuat naskah enak dibaca
  • Membaca dan mengoreksi pruf

Berbeda dengan kopieditor, editor juga harus mencari dan merencanakan naskah yang akan diterbitkan. Tugas pokoknya antara lain:

  • Merencanakan naskah yang akan diterbitkan penerbit
  • Mencari naskah yang akan diterbitkan
  • Mempertimbangkan layak tidaknya sebuah naskah untuk diterbitkan
  • Menyunting naskah dari segi materi
  • Memberi arahan pada kopieditor
  • Menyetujui naskah yang akan dicetak
  • Memberi saran dan menyetujui rancangan cover depan

Membaca ulasan tersebut, saya menyimpulkan bahwa job desk saya sewaktu kerja kantoran dahulu adalah lebih ke arah editor. Itu juga termasuk:

  • Memberi saran dan memutuskan layout, desain keseluruhan isi buku, termasuk urusan font
  • Memperbaiki dan membuat naskah enak dibaca
  • Mengawasi keseluruhan proses pra cetak, berkoordinasi dengan penulis, ilustrator, dan designer grafis

Kesimpulannya, saya dahulu adalah penulis in house sekaligus editor in house. Namun, saya juga ingin memahami tata bahasa, ejaan, dan sebagainya itu. Jadi, mari belajar🙂

2 thoughts on “Kopieditor atau Editor?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s