Catatan Idiom: Menyunting A Stormy Greek Marriage

greek marriageA cat on hot bricks or cat on a hot tin roof: restless or skittish, unable to remain still.

Burn one’s boat or burn one’s brodge: do something that makes it impossible for you to change your plans and go back to the situation you were in before.

On slippery slope: in a situation that is likely to become more difficult or complicated.

The buck stops here: willing to take responsibility.

Learn the hard way: learn something by experience.

Freeze someone out: to shut out or exclude, as by cold or unfriendly treatment.

Fly on the wall: an unseen or unnoticed presence in a situation.

Blood run cold: to be very frightened.

Be at the end of your tether or be at the end of your rope: to be so tired, worried, or annoyed by something that you feel unable to deal with it any more, at the limit of your patience or endurance.

Get/take the bit between your teeth or take the bit in your teeth: to start doing something in a very keen way.

With one’s eyes wide open: totally aware of what is going on.

Last straw: the last of a series of annoyances or disappointments that leads one to a final loss of patience, temper, trust, or hope.

Have a clear conscience (about someone or something) or have a clean conscience (about someone or something): to be free of guilt about someone or something.

Lay one’s cards right or play one’s cards well: to work or negotiate correctly and skillfully.

Heart in your mouth: nervous or scared.

Send chills down/up somebody’s spine: to make someone feel very frightened.

Mengapa Ada Kotoran di Hidungku? [dimuat di Kompas Anak edisi 19/02/12]

Pernahkah pertanyaan itu terlintas di benakmu? Kotoran yang sering disebut upil atau tahi hidung itu adalah kotoran bagi tubuh. Selain upil, di dalam rongga hidung juga sering ada ingus. Kedua kotoran itu bertugas menjaga kesehatan paru-paru kita.

Perangkap Mukus

Sebelum kering dan mengeras, upil berbentuk ingus. Ingus adalah air lendir yang keluar dari lubang hidung saat kita bersin, pilek, atau alergi. Bahasa keren ingus adalah mukus, nomina untuk upil. Mukus merupakan lendir yang diproduksi oleh membran mukosa pada rongga hidung. Hidung kita memproduksi seperempat liter mukus setiap hari.

Mukus berfungsi melindungi paru-paru. Udara yang masuk ke dalam hidung mengandung debu, kuman, bakteri, virus, serbuk sari, dan sebagainya. Jika partikel-partikel ini masuk ke dalam paru-paru, maka dapat menyebabkan iritasi, infeksi, dan penyakit. Nah, mukus berfungsi seperti perangkap. Mukus menjebak partikel-partikel tersebut agar tidak terbawa masuk ke paru-paru. Jadi, mukus adalah garis depan pertahanan tubuh melawan infeksi.

Pasukan Mukus

Mukus terbuat dari air, enzim, gula, protein, antibodi, dan garam. Sifat lengket mukus berasal dari musin, yaitu suatu molekul polisakarida. Mukus yang telah bercampur dengan partikel-partikel yang terperangkap tadi akan mengering, yang kemudian disebut upil.

Adalah silia, yaitu rambut-rambut halus di dalam hidung, yang mendorong mukus keluar dari rongga hidung untuk memberi tempat agar mukus baru dapat diproduksi lagi. Berkat silia, kita menyadari ada kotoran di dalam hidung. Upil dapat kering, lembek, bersih atau kotor tergantung dari kondisi tubuh dan lingkungan di sekitar. Continue reading

[Resensi] Here There Be Dragons: Fantasi dalam Fantasi

Judul: The Chronicles of the Imaginarium Geographica (#1): Here, There Be Dragons

Penulis: James A. Owen

Penerjemah: Berliani M. Nugrahani

Penyunting: Nadya Andwiani

Korektor: Anne Mariane

Penerbit: Matahati

Cetakan: Juli 2010

Tebal: 450 Halaman

James A. Owen memang sinting. Sinting yang menyenangkan. Apa jadinya bila sejarah, mitologi, dan fantasi campur aduk dalam satu buku? Mengapa nama Kapten Nemo, Charles Dickens, Perseus, Stonehenge, Kotak Pandora, King Arthur, Troll, bahkan Aladin disebut-sebut dalam buku ini? Kenapa pula Oxford dan Cambridge turut menghiasi novel ini?

Suatu malam pada masa Perang Dunia I, tiga orang asing, Jack, John, dan Charles memenuhi undangan dari Profesor Sigurdsson di London. Sesampainya di sana, Profesor telah terbunuh. Mereka kemudian berembuk di sebuah klub yang terletak di Baker Street 221B! Dalam kebingungan mereka, muncul Bert yang mencerocos tentang Imaginarium Geographica dan menunjuk John sebagai juru kuncinya. Bert menegaskan karena Imaginarium Geographica-lah Profesor dibunuh.

Imaginarium Geographica adalah peta dunia fantasi yang dibuat dengan tinta dan darah. Peta itu merupakan panduan ke negeri-negeri yang ada dalam legenda, mitos, dan dongeng. Negeri-negeri itu dikenal dengan nama Kepulauan Mimpi. Wendigo, makhluk separuh binatang separuh manusia memburu mereka dan Imaginarium Geographica. Sebagai juru kunci dadakan, John terpaksa memenuhi kewajibannya menyelamatkan peta beserta negeri-negerti tersebut. John harus menggunakan latar belakang pendidikannya untuk menerjemahkan peta yang ditulis dalam berbagai bahasa kuno tersebut. Mereka memulai petualangan dengan menumpang kapal Indigo Dragon milik Bert. Awak kapal Indigo Dragon adalah faun, manusia setengah kambing. Bersama Aven sang kapten kapal, mereka berlayar melintasi batas dunia nyata menuju negeri antah berantah. Continue reading

Penulisan Huruf Besar atau Kecil pada Judul

Sering lupa aturan penulisan huruf besar atau kecil pada judul? Judul ditulis dengan huruf awal besar untuk tiap kata, kecuali jenis kata partikel, misalnya:

atau

dan

dengan

ke

per

oleh

ala

buat

tetapi

setelah

tapi

untuk

bagi

dari

di

kepada

pun

sebelum

tentang

yang

daripada

karena

pada

sampai

tanpa

Contoh:

Kesalahpahaman Umum tentang Otak Manusia.

Kebenaran Lebih Aneh daripada Fiksi.

Mengendalikan Berat Badan dengan Cara Menyehatkan.

Suplemen Apa yang Harus Anda Konsumsi?

Ada tambahan?

[Resensi] Incarceron: Bintang Hanyalah Legenda

Judul: Incarceron

Penulis: Catherine Fisher

Penerjemah: Mery Riansyah & Febry E.S.

Penyunting: Lulu Fitri Rahman

Proofreader: Nani

Penerbit: Matahati

Cetakan: Agustus 2011

Tebal: 492 Halaman

Bayangkan kamu berada di suatu tempat yang bernyawa. Tembok-tembok yang menjeblak, menutup, bahkan menghilang dengan sendirinya. Di atas sana langit memiliki mata-mata yang mengawasimu. Dia bisa membuat huru-hara dan menciptakan badai atau gempa. Dia bisa menyuruh daun-daun logam untuk melukaimu. Dia berpikir, dia campur tangan, dan dia membunuh.

Penjara Incarceron. Tidak diketahui letaknya. Tersegel dari dunia Luar selama berabad-abad. Penjara itu memiliki kota, hutan logam, lautan, dan dihuni oleh beberapa kaum.  Incarceron hidup dan memiliki pikirannya sendiri. Finn, 17, tahanan dengan nomor dada 0087/2374 merasa bukan berasal dari Incarceron. Sekilas ingatan yang sering muncul tidak cukup untuk membuat Finn mengetahui siapa ia dan masa lalunya. Tahanan lain menganggapnya kelahiran sel—anak Incarceron. Finn hanya mengetahui dirinya diselamatkan oleh Keiro, yang kemudian menjadi saudara angkatnya. Ia bergabung dengan kaum Scum, yaitu golongan pencuri. Mereka menyebut Finn Sang Penglihat Bintang. Rahim Incarceron menciptakan manusia-manusia baru berupa bayi atau orang dewasa yang didaur ulang dari atom-atom tahanan yang telah mati. Warga dunia Luar memercayai Incarceron sebagai surga.

Dunia Luar. Setting abad ke-17. Dunia impian tahanan Incarceron. Adalah seorang calon ratu bernama Claudia. Ayahnya, John Arlex adalah sipir Incarceron. Semasa kecil, Claudia ditunangkan dengan Giles, Earl of Steen. Mereka saling menyukai. Namun pada usia 15 tahun, Giles meninggal karena terjatuh dari kuda. Sebuah kecelakaan yang tidak wajar menurut Claudia. Setelah itu, ia dipaksa oleh ayahnya untuk menikah dengan saudara Giles, yaitu Carpas. Carpas pemuda bodoh yang manja dan nakal. Claudia dididik oleh guru pribadinya yang bernama Jared, seorang kaum Sapient yang terkenal memiliki pengetahuan tinggi dan bijak. Claudia gadis yang cerdas, penuh rasa ingin tahu, dan pemberani. Bersama Jared, Claudia berusaha memecahkan misteri meninggalnya Giles. Continue reading

Resensi The Hunger Games: Pertarungan 24 Anak untuk Bertahan Hidup

Judul: The Hunger Games

Penulis: Suzanne Collins

Penerjemah: Hetih Rusli

Penerbit: Gramedia

Cetakan: Oktober 2009

Tebal: 408 Halaman

Membunuh atau dibunuh. Itulah aturan sederhana dari acara tahunan Hunger Games. Di suatu masa depan, Amerika Utara musnah lalu berdirilah negara Panem dengan Capitol sebagai ibu kota. Awalnya, Capitol dikelilingi 13 distrik. Namun, suatu ketika terjadi pemberontakan melawan Capitol dan berakibat musnahnya Distrik 13. Sebagai pengingat akan kekuasaan ibu kota, Capitol mengadakan acara televisi The Hunger Games setiap tahun di mana satu anak laki-laki dan satu anak perempuan berumur 12 hingga 18 tahun dari setiap distrik dipilih untuk bertarung sampai mati. Dua puluh empat peserta setiap tahun dan hanya akan ada satu pemenang. Acara tersebut disiarkan live di seluruh Panem.

Katniss Everdeen, 16, adalah gadis yang tinggal di Distrik 12 bersama ibu dan adik perempuannya, Primrose Everdeen. Distrik 12 mendapat jatah sebagai produsen batubara. Sejak kematian ayahnya dalam ledakan di tambang, Katniss mengambil alih sebagai kepala keluarga. Setiap hari ia berburu bersama sahabat laki-lakinya, Gale. Pada saat pengambilan undian Hunger Games ke-74, nama Primrose terpilih sebagai peserta. Secara spontan, Katniss bersedia menggantikan posisi adiknya. Bersama anak laki-laki terpilih dari distrik 12 bernama Peeta Mellark, Katniss menyuguhkan acara The Hunger Games yang tak terlupakan untuk warga Panem. Continue reading

The Girl with the Dragon Tattoo: Potret Kekerasan Terhadap Perempuan di Swedia

Judul: The Girl with the Dragon Tattoo

Penulis: Stieg Larsson

Penerjemah: Nurul Agustina

Penyunting: Nur Aini

Proofreader: Emi Kusmiati

Penerbit: Qanita

Cetakan: Kedua, Desember 2009

Tebal: 780 Halaman

“Aku hanya berpikir betapa menyedihkan kalau setiap penjahat melemparkan tanggung jawabnya kepada orang lain.” –Lisbeth Salander

Henrik Vanger (82), seorang mantan CEO dari bisnis keluarga Vanger Corporation, selalu menerima kiriman bunga kering setiap ulang tahunnya. Kiriman tersebut dikemas dalam bingkai sederhana, tanpa nama, dan seringkali diposkan dari berbagai belahan dunia. Awalnya, ritual tersebut dilakukan oleh Harriet Vanger, keponakan kesayangannya. Pada usianya yang ke-16, Harriet menghilang tak berbekas. Ritual pengiriman bunga tersebut berlanjut hingga 40 tahun sejak Harriet dinyatakan hilang. Henrik menduga keponakannya itu dibunuh dan pelakunya adalah salah satu anggota keluarga Vanger. Misteri tidak terpecahkan, kasus ditutup, dan Henrik menganggap pembunuh Harriet berniat menyiksanya dengan ritual bunga kiriman tersebut.

Mikael Blomkvist, seorang jurnalis investigatif dan pemilik majalah Millenium yang sedang berada di puncak karir terpaksa menjalani hukuman penjara selama 3 bulan. Ia didakwa menulis artikel dengan informasi palsu yang berujung pada pencemaran nama baik Wennerstrom, seorang tokoh industrialis Swedia. Mikael mengundurkan diri dari majalahnya dan bertekad mencari tahu informasi yang sebenarnya untuk membalas dendam kepada Wennerstrom.

Henrik yang tertarik pada kasus Mikael-Wennerstrom mengutus Dirch Frode, pengacaranya untuk menyelidiki latar belakang Mikael. Dirch kemudian menghubungi Milton Security untuk menyewa detektif. Dragan Armansky, direktur Milton Security menugaskan penyelidikan tersebut kepada Lisbeth Salander yang diklaim sebagai detektif terbaik yang ia miliki.

Henrik memberi penawaran kepada Mikael untuk menuliskan buku tentang sejarah keluarga Vanger. Namun, tujuan utamanya adalah melacak ulang pembunuh Harriet. Sebagai imbalan, Mikael akan mendapatkan bayaran luar biasa tinggi dan semua informasi yang diperlukan untuk dapat menjatuhkan Wennerstrom. Tergiur oleh iming-iming tersebut, Mikael menyetujui kontrak dengan Henrik. Mikael pindah ke Hedeby Island untuk memulai pekerjaannya. Continue reading